Masalah tumbuh kembang anak merupakan masalah yang selalu menjadi topik pembicaraan yang menarik. Hal ini karena semua orang dewasa terlibat baik secara langsung maupun tidak. Salah satunya adalah orangtua dan guru yang secara langsung memiliki kewajiban untuk mengembangkan dan mendidik anak-anak, sehingga pada akhirnya dapat menjadi orang dewasa yang sehat secara fisik dan psikis.
Beberapa masalah gizi yang sering timbul pada kelompok usia anak sekolah diantaranya anemia defisiensi gizi, penyakit defisiensi yodium, karies gigi, obesitas, dan sebagainya. Salah satu masalah gizi anak yang sedang muncul dan berkembang di tengah masyarakat adalah stunting. Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, tubuh anak lebih pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir.
Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya stunting adalah faktor ibu dan pola asuh yang kurang baik, rendahnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, serta buruknya keragaman pangan dan sumber protein hewani. Ibu pada masa remaja, kehamilan dan laktasi dengan kekurangan nutrisi, maka akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tubuh dan otak anak. Faktor lain yang dapat menyebabkan terjadinya stunting diantaranya terjadi infeksi pada ibu, kehamilan remaja, gangguan mental pada ibu, jarak kelahiran anak yang pendek, dan hipertensi.
Stunting (tubuh yang pendek) menggambarkan keadaan gizi yang sudah berjalan lama dan memerlukan waktu bagi anak untuk berkembang serta pulih kembali. Beberapa anak memperlihatkan perubahan perilaku seperti tampak lebih apatis, tidak begitu aktif, dan menjadi rewel jika terganggu. Mereka juga memperlihatkan penurunan respons orientasi terhadap rangsangan pada pendengaran. Selain itu, anak-anak dengan stunting memiliki tingkat perkembangan yang buruk. Perilaku-perilaku lain seperti frekuensi menangis yang meningkat, tingkat aktivitas yang lebih rendah, kurang dalam berkomunikasi, memiliki ekspresi yang tidak begitu gembira, dan cenderung ingin selalu berada dekat ibu.
Gerakan perbaikan gizi kepada kelompok 1000 hari pertama kehidupan adalah salah satu upaya secara nasional dalam rangka memperkuat komitmen dan rencana aksi percepatan gizi. Gerakan ini dikenal dengan Scaling Up Nutrition (SUN). Gerakan SUN merupakan upaya baru untuk menghilangkan kekurangan gizi dalam segala bentuknya. Prinsip gerakan ini adalah semua orang memiliki hak atas pangan dan gizi yang baik. Hal ini merupakan suatu yang unik karena melibatkan berbagai kelompok masyarakat yang berbeda-beda baik pemerintah, swasta, LSM, ilmuwan, masyarakat sipil, dan PBB secara bersama-sama melakukan tindakan kolektif untuk peningkatan gizi. Intervensi yang dilakukan pada SUN adalah intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Kegiatan SUN umumnya dilakukan pada sektor kesehatan seperti imunisasi, PMT ibu hamil dan balita, monitoring pertumbuhan balita di Posyandu, suplemen tablet Fe bagi ibu hamil, promosi ASI eksklusif, promosi MP-ASI, dan sebagainya.
Penanggulangan stunting juga difokuskan pada masyarakat ekonomi rendah. Hal ini dikarenakan untuk memastikan bahwa kesenjangan yang terjadi ditangani dengan mengutamakan gizi pada kelompok masyarakat ekonomi rendah. Intervensi lainnya yaitu menekankan pada pemberian imunisasi, peningkatan pemberian ASI eksklusif, dan akses makanan yang kaya akan gizi di kalangan anak-anak melalui intervensi berbasis masyarakat. Kementerian Kesehatan RI telah melakukan upaya intervensi gizi spesifik meliputi suplementasi gizi makro dan mikro, pemberian ASI eksklusif dan MP-ASI, fortifikasi, kampanye gizi seimbang, pelaksanaan kelas ibu hamil, pemberian obat cacing, penanganan kekurangan gizi, dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Referensi:
Gibney M J, dkk. 2009. Gizi Kesehatan Masyarakat. Terjemahan Andry Hartono. Jakarta: EGC.
Kemenkes RI. 2018. Penurunan Stunting Jadi Fokus Pemerintah. http://www.depkes.go.id. Diakses tanggal 17 Oktober 2018.
Kemenkes RI. 2018. Penyebab Stunting Pada Anak. http://www.depkes.go.id. Diakses tanggal 17 Oktober 2018.
👍👍👍👍
ReplyDelete